First Post in 2021
Hallo to 2021!
So, yeah. It is my first post in 2021. Setelah sekian lama aku ga nulis apapun di blog ini. Sebenernya blog ini fungsinya buat menumpahkan opini yang nggak mungkin aku tulis di post ig, line, atau di platform lain yang kadang aku ngerasa kurang pede nulisnya. Di platform lain, aku ngerasa banyak orang lain yang lebih ahli dan tulisannya lebih relatable daripada tulisanku. Contohnya kaya ig, aku belum siap sih, untuk dapat komen yang bertentangan. Or maybe, nggak ada yang bener-bener nanggapin tulisanku secara serius. Di tempat kaya line, sebenernya dulu aku nyaman banget mau nulis opini di sana karena emang inspirasinya datang dari sana, tapi karena aku ganti hp, ngga bisa backup akun line lama, jadi inspirasi itu menghilang entah ke mana. Ada faktor lain juga yang mempengaruhi kenapa kok aku jadi kehilangan kemampuanku nulis dan harus menyusun ulang lagi biar aku bisa menuangkan pikiranku ke dalam kata-kata yang lebih tepat.
2020 was not an easy year buat orang-orang. Buat aku? You should not really ask me. Aku bersyukur banget masa sekolahku kepotong, sehingga nggak seberat 2019. Seriously mungkin jawaban ini menyebalkan banget bagi kalian wahai kaum yang udah ga tahan pingin sekolah offline. Tapi bagiku, sekolah online is the best thing. Aku kepingin sekolah offline, if and if only model sekolahku balik lagi kaya SMP SMA. Tiap hari bisa pulang dan I still have a bunch of freedom. Tapi aku nyadar bahwa waktu gabisa balik lagi and those good times are behind but we still have to go forward.
I'm stepping into my 20's dan memulai segala kebingungan hidup. Mulai dari yang remeh temeh kaya angka timbangan yang selalu naik dari waktu ke waktu sampai masa depan yang aku bahkan gatau harus ngebayangin yang kaya gimana. Pertanyaan seperti, "When will you get married" akan segera terlontar, padahal untuk mikirin diriku sendiri aja kepalaku berasa mau copot. Umur 20 aku belum jadi apa-apa. I'm still planning on living separately from my parents, tapi aku anak tunggal. Aku belum punya income tapi gambaran outcome malah mulai jelas. Belum lagi existensial crisis dalam diriku yang aku heran kenapa bisa terjadi padahal dulu aku orangnya sangat sangat sangat stable secara emotionally (ya, oke, aku orangnya emang mudah sensi tapi logikaku dulu banter banget sehingga aku bisa taking control over my life, tapi sekarang apa?)
Begitu banyak perubahan selama tiga tahun ini, sebenernya aku pingin menata ulang hidup tapi aing bingung mau mulai darimana. Ada begitu banyak pemahaman baru yang muncul dan aku juga harus bisa menanggapi dengan lebih rasional padahal aku merasa jauh lebih edan than I used to be. Ada orang-orang lama yang membantu support aku. Ada yang stay sebagai support systemku. Ada orang yang modelnya kaya intruder dan membuat semuanya acakadul dalam hidupku. Ada orang yang, sebenernya mereka ga berubah, tapi aku nya yang berkembang jadi sesuatu yang berbeda sehingga mereka ada pertentangan sama aku in the end. Ada yang sebenernya aku nggak setuju sama mereka but my rationality takes over my emotions jadi semua berjalan baik-baik saja. Macem-macem lah orang yang muncul akhir-akhir ini.
Begitu juga dengan apa yang aku percaya selama ini. Banyak miskonsepsi yang selama ini aku pegang ternyata harus aku lepaskan, atau aku perlu mengambil jalan yang aku rasa "lebih manusiawi" karena sebelumnya aku nggak realistis dan kalau malah tetap berprinsip gitu malah kayanya gajadi apa-apa wkwkwk. Sebagai contoh, feminisms, religion, and some of my romantic stuffs. Sometimes aku mikir, apa karena aku punya romantic relationship with a man will surely define my level of capability? Dan apakah kalo aku stop having romantic things with him, aku akan jadi lebih baik? Apakah salah kalau aku keeping my interest on belajar agama tapi juga having a good romantic courtship, mengingat aku masih berupa human-being. Selain itu juga aku belajar menyadari apa yang fit dan proper untuk diriku sendiri. Am I doing things for a good reason atau karena ikutan tren, atau untuk menyesuaikan, atau motif lain yang bisa jadi dasar kuat kenapa aku perlu mengambil tindakan itu.
Banyak hal bener-bener berhamburan di kepalaku. Semoga 2021 ini membuat perjalanan hidupku semakin clear walaupun pada kenyataannya selalu ada fase susah dalam hidup di setiap periodenya. Tapi aku berharap tahun ini bisa menjadi tahun yang baik bagiku dan banyak orang yang aku sayangi.
Love you.
10/01/2021

Komentar
Posting Komentar