Lautan
Riaknya tak pernah habis. Meskipun tampaknya tenang, selalu bergelombang.
Memanggil-manggil.
Aku berdiri di tepiannya, pada batasnya ujung jariku merasakan basah.
Di depanku lautan. Siapa yang tahu seberapa dalamnya?
Pasir-pasir dan batu terkikis.
Anginnya berhembus, menerpa diri.
Jiwaku terombang-ambing.
Dari tegaknya pendirianku, kaki yang lelah melangkah;
Di belakangku, pulau kecil; Dunia dalam kepalaku.
Tersapu ombak, lalu hening seketika.
Aku tak tahu harus apa.
Badai datang. Aku harus ke mana(?).
Di depanku lautan; ke mana aku harus berjalan?
Ombaknya berdebur kuat-kuat di hadapan.
Haruskah kutelan semua air dan garamnya?
Apa gantinya untuk napasku yang hilang?
Komentar
Posting Komentar