Dualitas


Antara Beatrix Ellenina Lunor dan Roxanna Patricia Divina


Aku nggak tahu pasti kenapa judulnya begini. Tiba-tiba kepikiran aja bahwa diriku yang asli, yang sepenuhnya, berada di tengah-tengah dua nama pena (yang pastinya samaran) yang aku gunakan.

Beatrix Ellenina Lunor adalah cewek alim, pinter, dan sabar. Menjaga kata-katanya, atau kalau mau ngaku munafik sekalian, menjaga image-nya sebagai cewek alim. Nggak mau dipegang cowok. Nggak mau pacaran. Suka sufisme, pemahaman agama secara holistik. Dunianya tuh agama dan fisika. Filsafat. Cintanya suci dan setia, sangat murni. Damsel in fortress dalam diriku.

Sementara Roxy? Hahaha.

Roxanna Patricia Divina. Anak sastra, penulis cerita. Liar banget imajinasinya. Jujur dan blak-blakan dengan fantasi gelap. A wet-and-slick little b-yatch. Merancap dengan kata-kata. Mengalirkan perasaan yang nggak bisa dibicarakan. Melawan norma demi hal-hal dasar yang paling manusiawi.

Bea punya orientasi ke langit, sedangkan Roxy benar-benar memijak bumi. Dan dua-duanya ada di dalam diriku.

Bea selalu berusaha baik, atau setidaknya menunjukkan sisi baik dan menyembunyikan sisi yang jelek. Tapi Roxy malah merangkul yang jelek itu untuk diangkat lukanya. Roxy menyelipkan rasa sakit, menyamarkannya dalam kata-kata. Bea sabar, Roxy berontak. 

Komentar

Postingan Populer