Kalau Ada
Engkau sahabatku, apakah sekarang masih sahabatku?
Kalau ada kesempatan berjumpa lagi,
Aku ingin kita menjadi orang asing saja.
Tidak saling kenal satu sama lain, tak perlu ingat apa-apa juga.
Mungkin, akan ada kesempatan lagi untuk kita
Tidak dengan perasaanku yang dulu,
Tidak juga dengan kondisimu yang dulu.
Kita bisa saling berjabat tangan dan kembali bersahabat,
Setelah jauh jalanmu melangkah, setelah begitu banyak likunya hidup ini,
Kalau ada kesempatan itu, mungkin kita bisa
Menjadi sahabat lagi.
Kalau ada jumpanya lagi aku denganmu,
Mungkin aku akan minta maaf padamu.
Sosok terbaik dalam buku harianmu itu,
Sudah babak belur hampir habis dihajar.
Tak ada lagi rangkaian puisi manisnya,
Tak ada lagi sinar matanya,
Tak ada lagi nyala api jiwanya.
Malu aku mengakuinya. Tapi aku masih berharap padamu agar jangan seperti itu.
Engkau fatamorgana, tak pernah kusampai
Sejauh langkahku, semua tawa dan lara dulu itu selalu ada di depanku
Tapi aku tahu, tidak ada yang bisa menggantikan tempatmu.
Tak ada lagi yang mengajakku berlari,
Berlomba-lomba menjadi yang terbaik,
Tak ada yang saling pamer keunggulan dengan maksud memberi dorongan,
Yang menyemangati dengan cara yang hanya kita mengerti.
Nun jauh, mungkin di sana kau berada, aku sudah tak tahu lagi.
Jejakmu sudah tak bisa kuikuti, sudah tersapu ombak pasang dan surut.
Tapi ketika melihat kenanganmu lagi,
Aku jadi berpikir, pernah begitu bahagia diriku.
Dan aku juga berharap, dengan ketulusanku,
Semoga kau menemukan hidup yang bahagia.
Sudah banyak tahun berlalu sejak hari itu.
Kau dan aku sudah bukan remaja tanggung yang muluk-muluk.
Tak penting perasaanku waktu itu, karena sekarang aku lebih cinta hidupku.
Tapi kalau ada, kalau saja ada,
Satu titik di mana kita berjumpa lagi,
Apa kau masih mau bersahabat denganku?


Komentar
Posting Komentar