Aku Perempuan

 


    5.





    Assalamu'alaikum...

    Untuk label #Opinion, aku mau nulis dengan Bahasa Indonesia, walaupun nggak baku dan akan menjadi trilingual karena indo-inggris-jawa. Selamat membaca ya...

    DISCLAIMER : Ini hanyalah opini saya semata, bukan sesuatu yang mutlak benar, tapi juga belum tentu salah ya, karena topiknya agak pedas bagi beberapa orang (atau memang aku lagi pedes dan gatel jarinya untuk nulis ini). 

    .

    Jadi, ini berawal dari kejenuhan saya ketika surfing di internet, maklumlah saya sekolah asrama, dan lagi lockdown sehingga suasananya semi-penjara. Weekend pun habis hanya untuk diem di kamar, kalo ga ngerjain tugas, gatau mau ngapain ya.

    Tiba-tiba di kamar saya muncul pendapat tentang perempuan. Jujur, saya yang masih mbedhugal (re: banyak tingkah) langsung mikirin kenapa kok malah orang-orang di sekeliling saya pikirannya sampai ke sana-sana, yet I'm still here.

    Sebenernya tuh ya gaada yang salah dengan orang punya pikiran kaya gitu. Tapi rasanya tergelitik aja. Salah satu pikiran yang saya rasa nyeleneh itu ya "Perempuan itu Sumber Fitnah."

    Tenonet...

    Ketika muncul celetukan, "Perempuan tuh banyak setannya, makanya cobaannya laki-laki paling besar itu ya perempuan," saya cuma ketawa kecut. Wong yang ngomong gitu ya perempuan juga. Atau ketika ada yang nemu quotes yang isinya, "Menjadi perempuan itu cuma dua pilihannya, menjadi sebesar-besar fitnah atau menjadi sebaik-baiknya perhiasan dunia."

    Aku jadi kepingin nanya, apa iya dunia itu isinya cuma laki-laki, sehingga perempuan ada hanya sebagai "pelengkap dan perhiasan"? Apa menjadi perempuan itu berarti dikelilingi setan?

    Tapi lucunya, kalo ada yang berani bilang jadi perempuan itu dikelilingi setan, berarti pas lahir didampingi setan. Kok bisa? Ya bisa dong, kan ibunya cewe. Cewek dikelilingi setan... kalo mau dilanjutin ya monggo, kalo nggak yaudah hehe...

    Ketika ada pernyataan yang biasanya nyangkut muslimah, wanita solehah, dan seterusnya itu isinya cuma galau, mikirin jodoh doang, kaya orang hidup di pingitan, sejujurnya saya pingin nyuruh mereka ngerasain pingitan beneran kaya RAy. Kartini. Apalagi kalo belom ngerasain sekolah semi-militer (kaya saya hehe, padahal ya aslinya juga pingin cepet-cepet lulus karena udah lumutan di sini).

    Hidup itu bukan cuma punya laki-laki. Berusaha dalam segala hal itu tugasnya semua manusia. Kenapa sih harus menjunjung tinggi laki-laki selalu di atas (patriarki) kalo bisa saling menghargai dan bekerja sama? Katanya diciptakan untuk saling melengkapi tapi nyatanya semakin lama kok saling mencibir satu sama lain.

    Kenapa kita harus jadi perhiasan dunia, kalau jalan dunia dan akhirat bisa kita tempuh dengan ridha Allah dan mendapatkan kasih sayang-Nya, yang jauh lebih berharga daripada surga dan seisinya yang katanya lebih luas daripada berkali-kali langit dan bumi. Lebih dari sekedar perhiasan, lebih dari bidadari yang katanya bermata jeli (sebenarnya kalau ini dibahas, ketenangan jiwa saya terganggu karena saya perempuan dan saya gamau ada pelakor dunia akhirat, makanya saya ga ngarep surga), dan lebih penting lagi, jelas bukan sumber fitnah.

    Apakah sebaik-baik iman dan amal kita harus tersia-siakan, harus kalah derajat hanya karena kita perempuan? karena mereka bilang kita ini sumber fitnah? padahal mereka sendiri lahir dari rahim perempuan. kenapa melestarikan patriarki yang menyusahkan hidup orang banyak, menyimpan barang lapuk yang harusnya sudah terpendam sejarah, atau dimuseumkan sebagai bukti dulu pernah ada tapi sudah tidak berlaku lagi karena tidak sesuai dengan zaman.

    Sudahlah, alhamdulillah saya tidak mengikuti akun-akun semacam itu, sehingga ketika mereka bicara yang sekiranya agak nyeleneh, aku nggak perlu merasa menjadi bagian dari pembicaraan itu karena saya (pura-pura) gak nyanthol.

    Sebenernya saya bukan tipe orang yang suka ngomongin hal-hal begini, tapi jemari ini sudah terlalu gatel untuk menulis jadi ya... mohon maaf kalau ada kesalahan kata, ingat, ini hanya opini saya semata ya... bukan mutlak benar salahnya.

    Wassalamu'alaikum.

Komentar

Postingan Populer